Korean FanFic ^^

@otherkoreanff


15 Comments

Lunar Eclipse

Cast            : Park Chan Yeol (EXO), Kim Jong In (EXO), Kim Haneul (OC)

Genre                   : Fantasy, Werewolf, NC

Rate            : NC

Author        : Han Sung Young

Dedicated to @laychen!!! hoho ngebut buatnya coi. Cerita ini terinspirasi dari cerita yang pernah saya baca juga.

Gerhana bulan terbesar akan terjadi malam ini, malam yang akan menjadi momen penting bagi para serigala. Tepat setiap terjadinya peristiwa gerhana bulan para serigala melakukan ritual pencarian pasangan di Hutan Penyatuan. Para serigala biasa menyebut ritual ini bulan bergaul.

“kenapa aku tidak boleh ikut ritual itu?” tanya Kim Ha Neul untuk kesekian kalinya menatap kedua orang tuanya.

“kau masih terlalu dini untuk mengikuti ritual itu sayang” kata park na ra, ibu haneul membelai rambut hitam legam haneul. Bingung dengan sikap anak bungsunya yang sudah tidak sabar mengikuti ritual bulan bergaul yang akan diadakan malam ini.

“maksudnya terlalu dini? Ayolah ibu aku sudah cukup besar” tanya haneul lagi memandang ibunya memelas.

“kau belum siap menghadapi bulan pergaulan kali ini Kim Ha Neul, tunggulah 2 atau 3 bulan bergaul berikunya. Biarkan kakak mu kim seul mi yang mengikutinya kali ini” kim ha neul menekuk wajahnya mendengar jawaban ibunya. Ia memandang appanya yang hanya diam mengikuti setiap keputusan ibunya.

Ha neul melirik kakanya Seul mi yang duduk disampingnya, memandang kakanya iri. Huh ayolah umurnya dnegan kaka keduanya itu hanya berbeda 3 tahun. Ia yang berusia 15 kurang tiga bulan sedangkan kakanya berumur 18 tahun. Tapi tidak banyak perbedaan mereka. Walaupun haneul masih tiga tahun lebih muda dari kakanya, fisik mereka hampir serupa. Dengan pinggungnya yang sudah membesar dan payudaranya yang menonjol ia sudah terlihat seperti wanita seumuran kakanya. Ditambahlagi ia sudah mendapat menstruasi pertamanya beberapa bulan lalu, itu berarti ia sudah bisa dibuahi oleh pejantan dan siap mengandung.

Ha neul hanya bisa menghela nafasnya, tidak ada yang bisa membantah perkataan ibunya. Bahkan appanya hanya akan menganggukkan kepalanya saat ibunya meminta persetujuan usulnya.

“Seul mi, jika kau beruntung kau mungkin bisa berpasangan dengan Alpha kita” ucap Kim Jong In kaka tertuanya yang memang sejak tadi hanya diam tidak berminat dengan topik yang sedang dibicarakan.

Alpha adalah sebutan untuk pimpinan serigala, alpha terkenal dengan kekuatannya sehingga dia dipilih menjadi pemimpin untung melindungi kawanannya. Alpha yang diketahui Haneul memiliki bulu hitam sama seperti miliknya saat berubah menjadi serigala.

“Alpha? Memangnya dia belum berpasangan?” tanya haneul berminat

“belum” jawab jong in singkat sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.

“bukankah alpha kita selalu mengikuti ritual bulan bergaul?” kali ini Seulmi yang bersuara, memandang kaka tertuanya meminta penjelasnnya. Karena yang seulmi tau seorang alpha mengikuti ritual bulan bergaul saat umurnya tepat tujuh belas tahun, dan setiap bulan seulmi selalu mendengar bahwa alpha mereka mengikuti ritual bulan bergaul.

“dia belum mendapatkan pasangannya seulmi-ya” kali ini appanya menjawab

“memangnya kenapa? Apa tidak ada yang mau dengannya?” Haneul bertanya dengan nada berminat menuntuk penjelasan lebih detail.

“sepertinya belum ada serigala betina yang mampu memenuhi panggilan jiwa sang Alpha, sudah 5 tahun alpha kita selalu mengikuti ritual bulan bergaul ini dan belum membuahkan hasil sama sekali” jelas sang ayah

“Appa aku ingin ikut ritual bulan bergaul sekarang” teriak haneul

“mengapa terburu-buru sayang? Bukankah ibumu sudah mengatakan bahwa terlalu dini bagimu mengikuti bulan bergaul”

“Appa bagaimana kalau aku sampai seperti alpha kita? Tidak menemukan pasangannya bertahun-tahun, aku tidak mau menjadi serigala perawan tua. Dan jika nanti aku mendapatkan pasangan disaat tua lalu rahimku tidak mampu mengandung anak, itu berarti aku tidak akan mempunyai anak-anak serigala” ucap haneul

Walaupun Seul mi menganggap ucapan adiknya bodoh, tetapi seul mi juga menyetujui pendapat adiknya. Membaut seulmi memikirkan kembali rencananya menunda kembali keikutsertaannya dalam ritual bulan bergaul malam ini.

Berbeda dengan ha neul yang sangat menggebu-gebu untuk mengikuti ritual itu, seulmi cendrung ingin menundanya selama mungkin. Toh kim jong in kakanya belum juga berminat ikut ritual bulan bergaul walau umurnya sudah 21 tahun.

“Kim Ha Neul, menurut appa kau tidak akan sulit mendapatkan pasanganmu nanti saat sudah mengikuti bulan bergaul, kau cantik sayang akan banyak yang memperebutkanmu” ha neul memandang appanya jengah, tidak mempercayai perkataan ayahnya.

Memang jika dibandingkan dengan Seulmi, ha neul jauh lebih menawan. Seul mi cantik, tetapi ha neul lebih cantik dan memikat. Dengan rambut yang paling berbeda diantara serigala lainnya. Rambut haneul berwarna hitam pekat dan legam, seperti bulu serigalanya. Bola mata cokelat terangnya yang memikat. Karena itulah kedua orang tuanya sangat menjaga ketat Ha neul.

.

.

“Appa biarkan aku ikut, aku berjanji hanya akan melihat saja bersama kalian” ha neul memandang kedua orang tua dan kedua kakanya yang ada diambang pintu.

“tidak ha neul, kau harus tetap ada dirumah, tidak boleh kemana-mana sampai ritual bulan bergaul selesai” ibunya mengingatkan haneul. Haneul hanya mengangguk patuh, melihat keluarganya berjalan menjauh dengan wujud serigala.

Haneul masuk kekamarnya, menuju jendela kamarnya yang menghadap ke hutan penyatuan. Mendengar lolongan serigala yang saling bersahutan menyambut dimulainya pencarian pasangan. Haneul yang sedang terdiam tiba-tiba mendapatkan ide.

“ah mungkin melihat dari kejauhan tidak akan ketahuan” dengan langkah cepat Haneul meninggalkan rumahnya menuju sisi lain hutan penyatuan agar tidak ketahuan keluarganya.

Sesampainya dihutan penyatuan, haneul mengedarkan pandangannya melihat kakanya seulmi masih dalam keadaan wujud serigalanya menjilati sesuatu yang besar dan panjang diantara paha serigala jantan. Saat sedang melihat yang lainnya, haneul merasakan kehadiran orang lain dibelakangnya.

Haneul menoleh kebelakang dan langsung jatuh terduduk kaget melihat seekor serigala bertubuh besar dengan bulu hitam pekat sepertinya tetapi lebih pekat lagi.

“apa yang sedang kau lakukan?” haneul mendengar sebuah suara didalam kepalanya, ia memandang serigala itu.

“apa kau yang berbicara denganku?” tanya ha neul kepada serigala didepannya

“kau bisa mendengarku?” kembali suara itu memenuhi kepala ha neul, dan langsung dijawab dengan anggukannya. Haneul menegakkan tubuhnya berdiri dihadapan serigala hitam yang ada didepannya.

“hebat bahkan kita belum saling menandai” suara itu kembali terdengar dikepala haneul.

“bolehkah aku menyentuh bulu serigala mu? Bulumu sama seperti milikku” serigala itu menganggukkan kepanya, tangan haneul terjulur menyentuk bulu-bulu serigala hitam besar itu bergerak mengelusnya menimbulkan suatu snegatan bagi yang disentuhnya.

“apa kau lakukan disini?” tanya serigala hitam itu sambil menikmati sentuhan tangan haneul yang mengelus bulu-bulu serigalanya.

“aku hanya melihat kakaku” haneul menarik tangannya

“siapa nama kakamu”

“Kim Jong In dan Kim Seul mi”

“jong in akan membunuhku…” haneul dapat mendengar perkataan serigala itu dikepalanya

“siapa yang akan membunuhmu?” tanya ha neul

“tidak lupakanlah, siapa namamu?”

“Kim Ha Neul, kau?”

“Park Chan yeol”

“lalu apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau masih terlalu kecil untuk ikut bulan bergaul?” serigala hitam bernama chanyeol itu berusaha mengalihkan pembicaraan.

“aku sudah besar. Umurku sudah 15 tahun dan aku sudah bisa menjadi induk serigala yang prosuktif” ha neul memandang kesal chanyeol.

“benarkah?”

“kau tidak percaya?” Chanyeol melihat ha neul bertolak pinggang dihadapannya. Chanyeol berusaha mati-matian untuk tidak menubruk ha neul dan langsung menandainya.

Lalu tiba-tiba haneul bergerak kebelakang tubuh serigala chanyeol

“kau mau apa?”

“membuktikan aku sudah besar” tangan haneul mewapa kejantanan chanyeol hingga langsung mencuat keluar, lalu detik kemudian mulut ha neul sudah menampung kejantanan chanyeol. hal itu membuat chanyeol mengeram keras.

“apa yang sedang kau lakukan?” tanya chanyeol disela geramannya

“aku melakukan apa yang kaka perempuanku lakukan tadi” kali ini hanuel menjawab melalui pikirannya karena mulutnya sedang sibuk mengulum kejantanan chanyeol.

“hentikan sekarang, aku sudah percaya kau tidak kecil lagi” haneul menghentikan kegiatannya memandang chanyeol.

“Saat aku mengikuti bulan bergaul nanti aku akan mencari serigala sepertimu. Serigala hitam yang menyeramkan” haneul menjawab dalam fikirannya

“kenapa kau ingin serigala sepertiku?”

“karena saat aku melihatmu, aku menyukaimu” ujar haneul tersenyum senang. Mendengar jawaban haneul, chanyeol sudah tidak perduli lagi dengan segala hal. Umur haneul, reaksi sahabatnya jong in dan juga semua fikiran yang menekankan tidak membuat haneul menjadi pasangannya. Semua terbang meninggalkan naluri chanyeol.

Perlahan chanyeol berjalan mendekat ke arah Haneul, hingga bulu hitamnya menggesek kulit haneul yang melanjang. Menandai gadis itu dengan aroma tubuhnya, haneul hanya terkikik geli merasakan bulu chanyeol menggelitik tubuhnya tanpa menghindari chanyeol. Setelah merasa aroma tubuhnya melekat pada tubuh haneul, chanyeol mendorong tubuh haneul hingga jatuh terlengtang.

Dengan singap lidah chanyeol menjelajah kepermukaan kewanitaan haneul, lalu memposisikan kejantanannya yang masih dalam wujud serigala didepan kewanitaan haneul.

‘haneul maaf’ batin chanyeol sebelum memasukkan kejantanannya merenggut keperawanan haneul, menjadikan haneul miliknya sutuhnya.

“chanyeoll sakit” haneul merenget disela isakannya, tubuh chanyeol berubah menjadi sosok yang sama seperti haneul. Membiarkan kewanitaan haneul terbiasa dengan kejantanannya. Chanyeol dapat merasakan tangan haneul yang mengelus permukaan wajahnya, membuatnya menatap mata coklat haneul. Lalu perlahan menggerakkan kejantanannya maju-mundur. Menimbukan kenikmatan bagi keduanya, membawa kedua menuju terjangan-terjangan orgasme hingga akhirnya mereka kelahan.

…..

“chanyeol aku harus pulang” haneul memeluk tubuh telanjanng chanyeol, merasakan kehangatan tubuh serigala jantannya.

Chanyeol memandang haneul didalam dekapannya, “jangan kau disini saja denganku”

“aku ingin, tetapi aku tidak bisa. Aku harus kembali sebelum ritual bulan bergaul selesai, atau aku akan ketahuan keluargaku menyelinap keluar” haneul memandang bola mata hitam pekat chanyeol.

“baiklah, sebagai gantinya aku akan menemuimu secepatnya”

Mereka berdua berdiri, saling berpelukan lalu haneul bembalikkan tubuhnya berjalan pulang kerumahnya. Sedangkan chanyeol hanya berdiri memandang kepergian gadis kecilnya dan membayangkan reaksi sahabatnya jong in saat mengetahui aroma tubuhnya melekat pada adik kesayangannya.

Gimana? bagus ga? atau aneh?

SIGN. Han Sung Young


6 Comments

After story 2 (Sequel Don’t Call me Sunbae)

Cast                : Choi Siwon(SUJU), Park Sung Hyo(OC), Cho Kyuhyun(SUJU)

Genre              : Romance, Yadong, Teenage

Rate                : NC-21+ , PG-18

Author             : Han Sung Young

Hello guys! saya membersembahkan sequel kedua dari don’t call me sunbae. Karena Don’t call me sunbae adalah FF saya yang paling banyak pembacanya muhehehe. Terima kasih yang udah mau baca cerita abal saya huhuhu. 

Hari ini tepat seminggu setelah kejadian siwon dan sunghyo terakhir bercinta. Sunghyo melarang siwon menyentuhnya sebelum pernikahan mereka resmi. Seperti perkataan siwon, hari ini adalah resepsi pernikahan mereka.

Diruangan itu Sunghyo terlihat gugup dengan gaun pernikahannya, ia menggenggam erat bunga yang ada ditangannya. Sebentar lagi ia akan menjadi istri dari seorang Choi Siwon, namja badboy kampusnya. Namanya sung hyo akan berubah menjadi choi sung hyo memakai marga suaminya.

“sung hyo-ya kau sudah siap?” sunghyo menoleh kearah pintu ruangan itu, menatap appanya yang berjalan menghampirinya dengan setelan tuxudonya.

“appa bagaimana ini, aku sangat gugup. Lihat bahkan suaraku bergetar, ah taptaphae” Sunghyo menundukkan kepalanya memandang highhill yang dia gunakan.

“tenang lah sayang ada appa disampingmu” appa sunghyo mengusap lembut puncak kepala sunghyo.

“appa bagaimana kalau aku tersandung saat bersalam menuju altar?” Sunghyo menatap appanya khawatir.

“Tentu apa tidak akan membiarkan anakku yang cantik ini terjatuh, appa akan menangkapmu sunghyo, percayalah” appanya memandang sunghyo dengan lembut meyakinkan sunghyo bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“sekarang ayo selesaikan pernikahan ini, semua sudah menunggumu bahkan calon suamimu sudah resah dengan muka tidak sabarnya dan ibumu sudah menangis haru dari tadi” appanya mengulurkan tangannya kedepan diri sunghyo dengan senyum bagganya.

Sunghyo menerima uluran tangan appanya, tersenyum kearah appanya, mengikutinya keluar dari ruangan ini menuju altar tempat calon suaminya siwon berada. Saat sunghyo memasuki aula pernikahan semua mata beralih memandangnya, sunghyo mengeratkan rangkulan tangannya pada lengan appanya dan berjalan lurus kedepan. Dia bisa melihat siwon menatapnya dengan senyum kebahagian yang tersungging di bibirnya.

Sampai akhirnya tanpa sadar sunghyo sudah ada di depan siwon, appanya menyerahkan tangannya ke tangan siwon. Sunghyo hanya memandang siwon yang masih tersenyum kepadanya, memandang calon suaminya yang sangat-sangat tampan dihadapannya dan tanpa sadar sunghyo menarik sudut bibirnya keatas ikut tersenyum menatap siwon. Siwon menghadapka Sunghyo kepada pastur yang ada didepan mereka.

“Apa kita bisa mulai acara suci ini?” tanya sang pastur dijawab dengan anggukan mantap siwon, sedangkan sunghyo mengangguk malu.

“Choi Siwon, bersediakah kau menjadi suami Park Sung Hyo. Mengasihinya seumur hidupmu sampai maut memisahkan, saling melindungi, saling merawat jika ada satu diantara kalian yang jatuh sakit. Berjanji menjalani kesulitan dan kebahagiaan bersama-sama?” ucap sang pastur khidmat

“ne… saya bersedia” siwon menjawabnya dengan mengalihkan pandangannya kearah sunghyo.

“Park Sung Hyo, bersediakah kau menerima Choi Siwon menjadi suamimu. Mengasihinya seumur hidurpmu sampai maut memisahkan, saling melindungi, saling merawat jika ada satu diantara kalian yang jatuh sakit. Berjanji menjalani kesulitan dan kebahagiaan bersama-sama?” kali ini sang pastur menatap sunghyo.

“ne… saya bersedia” jawab sunghyo membalas tatapan siwon

“selamat kalian resmi menjadi suami istri, kalian boleh berciuman” sang pastur menutup buku kitabnya.

Tanpa melepaskan pandangannya siwon menarik pinggul sunghyo, mendekatkan diri mereka berdua. Memandang sunghyo dengan tatapan memujanya. Perlahan siwon mendekatkan wajahnya kearah sunghyo, menyatukan bibir mereka. Sunghyo yang merasakan bibir siwon menyentuh bibirnya menutup matanya menikmati ciuman siwon, telapak tangan sunghyo diletakkan di punggung siwon. Seluruh undangan pernikahan itu bersorak gembira.

Siwon menyudahi ciumannya dengan sunghyo, menatap sunghyo lembut lalu mengusap bibir sunghyo yang membengkak dnegan ibu jarinya. Senyumnya tidak lepas dari bibirnya. Siwon mendekatkan kepalanya kesamping kepala sunghyo.

“kau sangat canti hari ini chagiya” bisik siwon disamping telinga sung hyo.

Setelah selesai mengucapkan janji suci mereka berdua, kegiatan dilanjutkan dengan pesta pernikahan mereka.

SKIP

@Apartemen

Selesai pesta pernikahan Siwon dan Sunghyo samapi di apartemen siwon. Siwon mengendong sunghyo menuju kamarnya, memperlakuaknnya seperti putri menurunkan sunghyo dikamarnya.

“oppa aku mau ganti baju, gaun ini sangat berat jadi bisakah oppa berbalik” ucap sunghyo menatap siwon

“untuk apa aku berbalik chagiya? Aku bahkan 2 kali bercinta denganmu itu berarti aku sudah melihatmu telanjang sunghyo” siwon menggoda sunghyo, membuat pipi sunghyo merona mendengar perkatannya.

“OPPA! Berbalik atau akuganti diluar” sunghyo menjawab kesal

“arra.. arraa…” siwon membalikkan tubuhnya berjalan kearah kasurnya dan menjatuhkan dirinya berbaring dikasur king sizenya. Sunghyo berjalan mendekati lemari dikamar siwon, mengambil kemeja siwon karena dia belum membawa bajunya satupun. Saat mencoba membuka gaunnya sunghyo kesusahan meraih resleting gaunnya yang ada dibelakang punggunngya. Sunghyo sudah mencoba berkali-kali tetapi tidak berhasil, dan akhirnya ia menyerah.

“oppaa” panggil sunghyo

“hmm” siwon hanya menjawabnya dengan gumaman

“bisa bantu aku bukakan resleting gaun ini, aku tidak bisa meraihnya” sunghyo berbicara dengan memunggungi siwon masih mencoba meraih releting gaunnya sendiri.

Sunghyo mendengar langkah kaki yang mendekat kearahnya, dia merasakan satu tangan menyentuh pundaknya menahan gerakannya. Tak lama dia merasa gaun yang dia pakai melonggar, dingin menerpa punggung sung hyo yang teerbuka. Sunghyo merasakan tangan siwon yang ada di pundaknya mencengkram pundaknya, ia merasakan terpaan nafas siwon di punggungnya membuatnya bergairah.

Siwon mengecup punggung sunghyo berkali-kali, membalik tubuh sunghyo kearahnya. Saling memandang dengan gairah dimata mereka. Entah siapa yang memulainya, kini bibir mereka sudah menyatu saling mengecap menimbulkan suara decapan yang semakin membangkitkan gairah mereka berdua. Tangan diwon bergerak menurunkan gaun berlengan panjang yang dikenakan sunghyo, menyisakan tubuh sunghyo yang kini hanya mengenakan celana dalam berwarna hitamnya tanpa bra.

Sunghyo mengalungkan lengannya ke pundak siwon, menarik leher siwon memperdalam ciuman mereka yang semakin liar. Siwon mengangkat kaki sunghyo mengalungkannya pada pinggulnya. Tangan sunghyo beralih melepaskan jas tuxedo yang dikenakan siwon tanpa melepaskan ciuman mereka.

Siwon membawa tubuh sunghyo ke kasurnya, menjatuhkannya dikasur kingsizenya membuat tautan bibir mereka terlepas. Siwon memandang sunghyo penuh gairah begitu pula sunghyo yang balik menatapnya dengan mata yang meredup penuh gairah. Siwon berdiri melepaskan seluruh pakaiannya, lalu menarik celana dalam sunghyo membuat sunghyo polos tanpa tertutup beang satu helaipun. Menindih tubuh sunghyo menyebabkan orgaan intim mereka saling bergesekan.

“aaahhh” tubuh bagian sunghyo menggeliat dibawah tubuh siwon, menambah keseksiannya dimata siwon

“yeppeuda” tanagn siwon mengelus pipi sunghyo lembut, sedangkan sunghyo menutup matanya menikmati sentuhan siwon.

Siwon mencium bibir sunghyo dan semakin lama ciumannya mengganas, dengan gigitan dikedua belah bibir sunghyo dengan lidah mereka yang saling membelit satu sama lain. Tangan siwon sudah memainkan payudara sunghyo, memijatnya dan meremasnya bergantian membuat sunghyo bergerak tidak karuan dibawah tubuhnya.

“aahhh oppaahh” desahan sunghyo keluar saat ciuman mereka terlepas. Ciuman siwon turun ke bagian leher sung hyo. Membuat kissmark sebanyak-banyak di leher sunghyo. Sunghyo mencengkram rambut siwon menyalurkan hasratnya.

“kau harus tau seberapa sulitnya seminggu ini aku tidak bisa menyentuhmu chagiya” siwon memandang wajah sunghyo penuh gairah, tangannya meraba vagina sunghyo, membelah bibir vagina sunghyo memainkan klitoris sunghyo. Memasukkan tiga jarinya sekaligus kedalam vagina istrinya. Memainkan jari-jarinya yang ada didalam vagina sunghyo, menikmati wajah sunghyo yang penuh gairah dengan mulut terus terbuka mendesahkan kenikmatannya.

“aahhh oppaa, ahhh eupmhhh” sunghyo mendesah terus-terusan, membuat siwon semakin semangat memainkan jarinya dibawah sana. Siwon mensejajarkan kepalanya dengan payudara sunghyo, yang mengguncang seirama dengan tubuh sunghyo yang menggeliat seksi. Bibir siwon mengecup ujung nipple sunghyo, lalu memasukkan nipple itu kemulutnya mengemutnya seperti bayi yang kehausan dam menggigitnya membuat nipple itu semakin mencuat tegang.

“ssshhhhh aghhh siwo..nhhh oppaa”sunghyo menekan kepala siwon memperdalam kuluman mulut siwon di payudaranya.

“eughhhh oppaa aku keluarr” desah sunghyo disetai orgasme pertamanya.

Siwon menjauhkan mulutnya dari payurada sunghyo, menurunkannya ke depan vagina sunghyo yang mengeluarkan cairan dari dalamnya. Diwon mencabut jarinya mengganti dengan mulutnya yang menghisap vagina sunghyo menghabiskan cairan orgasme sunghyo.

Siwon mensejajarkan kemabli wajahnya, mengecup bibir sunghyo.

“aku akan main cepat kali ini chagiya, aku terlihat lelah” siwon menatap kedua mata sunghyo dan melihat kepala sunghyo mengangguk.

Dengan sekali sentakan siwon memasukkan juniornya kedalam vagina sunghyo, memompanya dengan cepat. Menyatukan kembali bibirnya dengan bibir sunghyo, memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut sunghyo dan lidahnya bergerak menggelitik setiap sudut rongga sunghyo. Dengan gerakan pinggungnya yang tetap bergerak memaju mundurkan juniornya menyentak bagian dalam vagina sunghyo.

“aarghhh kau sangattthh memuaskankuuu nyonyaa choi aahhhh” bibir mereka terlepas, siwon menengadahkan kepalanya menampilkan lehernya yang langsung mengundang sunghyo menciumnya dan meninggalkan kissmarknya. Siwon yang merasakan gelombang klimaksnya sudah hampir tiba semakin mempercepat genjotan pusat tubuhnya didalam vagina sunghyo.

“aahhh oppa aku tidak tahann” sunghyo mencengkram erat tubuh siwon, mengalungkan kakinya ke pinggul siwon membuat junior siwon semakin masuk kedalam vagina.

“keluarkann bersamaa chagiyaaahhh” siwon tetap menyentakkan juniornya.

“AAARGHHHHH” desahan mereka berdua saat mendapatkan pelepasnnya, mereka saling memeluk erat. Siwon menjatuhkan tubuhnya kesamping sunghyo, menarik selimut yang sudah jatuh dibawah kasur dan menyelimuti tubuhnya dan istrinya.

“terima kasih chagiya” siwon mengecup kening sunghyo penuh cinta.

“saranghaeyo choi sung hyo” terakhir siwon mencium bibir siwon dan memeluk tubuh sunghyo erat.

“nadoo oppa” sunghyo membalas pelukan siwon. Lalu mereka tertidur dalam keadaan berpelukan.

THE END

lalalalayeyeye! ;) engap nulisnya, berkali-kali minum air dan kipas-kipas sendiri wkwkwk. Cukup panjang kan? di ms.word aja sampe 6 page.

jangan lupa di comment+like biar saya makin semangat mebuat ffnya hihihihi, annyeong! Sampai ertemu dilain ff saya!!

SING. Han Sung Young


1 Comment

Can We Together? -2

Cast             : -DaeHyun(BAP) –Sera(OC)

Genre           : chapter , romance

Rate             : NC-21

Author          : Han Sung Young

Annyeong!!!!!!!!!!!!!! hai kalian-kalian yang nungguin can we together? kabargembira aku mempersembahkan can we together part . Jadi ini buatnya ga sampe 30 menit cyin ngebut pake banget. Niatnya sih nanti-nanti buatnya eh tapi pas aku cek search engine wordpress ini aku liat ada sekitar 10 orang yang search can we together part 2, padahalkan belum ada:( nah makanya aku adain hihihi 

HAPPY READING! DON’T BE SILENT READER

Tangan daehyun mencoba untuk membuka celana yang dikenakan sera dan membuangnya ke sembarang arah. Daehyun berdiri menelanjangi dirinya sendiri, dia menatap ganas tubuh sera. Tetapi daehyun tetap membayangkan bahwa tubuh itu adalah tubuh milik yoo jin kekasihnya.

Dae hyun beranjak keatas tubuh sera menindihnya. Dia mulai mengelus pipi sera lalu mengecup pipinya. Lalu tangannya mengusap lembut bibir sera yang memerah yang sebelumnnya dicium oleh Daehyun. Lalu kembali ida mencium bibir ranum Sera dengan bergairah.

Daehyun memperdalam kuluman bibirnya, mencari celah memasukkan lidahnya ke dalam lidah rangga mulut sera. Lidahnya membelit lidah sera, mereka saling menukar saliva. Tangan kiri daehyun yang tadinya menumpu tubuh nya diatas sera beranjak ke arah vagina sera menyisakan tangan kanan saja yang menumpu tubuhnya. Tangan kirinya yang sudah di permukaan vagina sera, bergerak memainkan klitoris sera.

“aahhhh daehyunnahh” sera melepaskan ciumannya, tangannya merangkul leher daehyun. Daehyun memasukkan dua jarinya kedalam vagina sera, lalu mengecoknya tidak beraturan.

“eughhh dae..hyunn” sera menggigit pelan pundak daehyun meredam desahannya. Tetapi gigitan sera malah membuat Daehyun semuakin bergairah.

“panggil aku oppa jagiyaa” bisik daehyun disamping kuping sera dengan desahannya. Daehyun memciumi sela leher sera, mengecup dan mengemutnya melukiskan kissmarknya di leher sera, dan dia juga menambahkan satu jari kedalam vagina sera.

Sera yang baru pertama kali melakukan kegiatan seperti ini hanya mampu mendesah mendapatkan perlakuan suaminya yang menyetubuhinya tetapi membangkan orang lain. Sera merasakan vaginanya berkedut hebat dengan ketiga jari daehyun yang ada di dalam vaginanya, mengaduk dan menyentuh dinding vaginanya.

“eeumphhh opaahh aku mau pipishh arhh” sera mengelinjang saar merasakan sesuatu yang ingin keluar dibawahnya. Daehyun menatap sera dengan penuh gairah menciumi seluruh permukaan wajah sera yang mulai berkeringat dan menambah keseksian sera.

“Keluarkanlah sayang” wajah daehyun menunduk mensejajarkannya ke vagina sera, tangannya masih aktif didalam vagina sera. Sera dapat merasakan hembusan nafas daehyun didepan vaginanya, perlahan sera merasakan sesuatu yang lunak dan basah menyentuh klitorisnya. Sera mengintip kepala daehyun yang ada diantara kakinya dia melihat daehyun menjilati vaginanya dan jarinya yang memenuhi vaginanya.

“aahhhh” tanpa bisa di tahan lagi Sera mengeluarkan cairann, dengan ganas daehyun menyedot dan menelan cairan yang keluar dari vagina sera.

Daehyun kembali mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Sera, dia sudah tidak bisa lagi menahan gairahnya. Dia memposisikan juniornya didepan vagina sera, lalu memasukkannya dalam satu sentakan. Sera merasakan sakit yang amat sangat sampai ia tidak bisa menahan untuk tidak menitikkan air matanya.

“appo…hiks neomu appo” sera merengkuh daehyun sangat erat.

“maaf jagiya… maaf kan aku, ini hanya sementara sayang. Uljima..” daehyun menjilat air mata yang keluar dari kelopak mata sera. Daehyun meremas payudara sera agar sera bisa melupakan rasa sakit di kewanitaannya. Setelah melihat sera yang sudah mulai rileks dia mulai menggerakkan ringgulnya, memaju mundurkan juniornya yang tertanak didalam vagina sera

“aahhh hhhh fasterhhh oppahh” sera mencengram kuat kuedua sisi bantal, menahan sentakan dibawahnya. Junior daehyun menyodok vaginannya dengan keras dan junga degan ritme yang cepat.

Kedua tangan daehyun meraih tangan sera dan menautkan keduanya mendari satu menggenggamnya, lalu mencium sera liar, daehyun menyentakkan juniornya dengan keras, menyebabkan beberapa kali ciumannya dengan sera terlepas. Daehyun mengubah posisinya, menumpu tubuhnya diatas lututnya lalu menarik kaki sera, meletakkan kedua betis sera di pundaknya lalu menggenjot vagina sera semakin keras.

“aahhh ahhh oppaahh” desahan sera menjadi musik merdu bagi daehyun malam ini.

“fasterrrhhh eupmmmm ahhh” sera mendesah saat daehyun menarik lagi kakinya lebih merapatkan organ intim keduanya, sampai-sampai sera dapat merasakan junior daehyun yang masuk seutuhnya menyentuh titik yang embuat sera mencapai puncaknya pada saat itu juga.

Tidak membiarkan sera yang baru mendapatkan klimaksnya, daehyun tetap memaju mundurkan juniornya mencari puncaknya. Membuat sera kembali bergairan dengan sentakannya yang berkali-kali menyentuk titik sensitif dalam liang kewanitaan sera.

“aaahhh akuu hampirr sampaii” ucap daehyun

“aahhhh” sera kembali memndapatkan orgasmenya.

“aahhhh saranghae yoo jin” daehyun menumpahkan spermanya didalam vagina sera

‘JDER’

Seakan tersambat petir disiang bolong, sera terpaku saat daehyun meneriakkan nama perempuan lain disaat kegiatan bercinta mereka berdua. Dia masih terpaku saat daehyun merengkuhnya kedalam pelukannya dengan posisi menindihnya. Selang beberapa saat sera dapat mendengar deruan nafas yang teratur menandakan daehyun sudah tertidur diatas tubuhnya.

Sera mengulingkan tubuh daehyun ke sampingnya, memandangi wajah suami yang begitu tampan malam ini.

Sera POV

Aku meraba lembut kedua pipinya yang berkeringat setelah kegiatan kami. Lagi-lagi air mataku lolos dari pelupuk mataku, dadaku seperti tertindih beban ribuan ton. Aku mengusap airmataku lalu memposisikan tubuhnya duduk di tempat tidur ini, mataku menangkap bercak darah keperawanannya di seprei dan selimut. Aku meratapi kebodohanku, mengapa aku harus memberikannya sekarang, seharusnya aku memberikannya saat dia sudah memangdang kearahku. Walau itu terasa sangat mustahil.

Aku menatapnya kembali, mendekatkan bibirku mengecup keningnya lembut. Mendekatkan bibirku ke telinganya.

“selamat tidur daehyun-ah, saranghae” aku beranjak dari tempat tidur itu memmunguti pakaianku yang berantakan dibawah kasur. Buru-buru memakainya mengabaikan nyeri di daerah kewanitaanku. Lalu melangkah keluar kamar itu menuju ke kamarku.

Saat menutup pintu kamarku, aku langsung jatuh terduduk tak mampu menahan beban tubuhku. Air mataku turun dengan leluasa tanpa seijinku, aku benci dengan keadaanku yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Kenapa semua ini begitu sulit bagiku. Aku kira menikah dengannya akan membuatku menemukan kebahagiaanku tetapi nyatanya hanya kesedihan dan kebohongan yang aku dapatkan.

Aku melangkah ke meja riasku, menarik laci disana dan mengambil buku kecilku.

25 April 2013

Sungguh aku sangat mencintainya tuhan. Dia sudah menyakitiku berulangkali, tetapi kenapa aku tidak bisa membencinya sebanyak dia menyakitiku. Dengan bodohnya aku malah terjerat dalam cintanya yang tidak berujung. Yatuhan kebahagiannya adalah kebahagianku aku rela jika pada akhirnya aku harus dia tinggalkan. Tapi bolehkan aku meminta padamu untuk membuatnya menatapku satu hari saja, setelah itu aku akan pergi, merelakannya.

Author POV

Beberapa tetes air mata sera mengenai lembar kertas yang sedang ia tulis, membekas dan menyiratkan kesedihannya. Sera menutup buku itu lalu meletakkan buku itu kembali kedalam laci meja riasnya. Dia beranjak dari tempatnya menuju kasurnya.

Sera berbaring menungkupkan kepalanya dan kembali terisak, dia ingin mengingat setiap moment yang tadi dilewatinya bersama daehyun, mengingat setiap sentakan junior daehyun saat percintaan mereka. Tetapi saat dia mengingat semua itu dia kembali mengingat saat daehyun mendapatkan kepuasan atas tubuhnya tetapi meneriaki nama perempuan lain, bukan namanya.

Sera menangis dan menangis sampai akhirnya ia lelah dan tertidur dengan isakan di bibirnya danair mata yang mengalir melewati matanya.

To be continued

Huah cukup bikin baper ya aku yang buat *gaapenting banget*. Oh iya mampir ke wattpad aku yaa:) http://www.wattpad.com/user/gummycloud 

Comment+Vote yaa!!! kalo gamau ya ga aku lanjutin cerita ini :p *maksa*

Gomawo *bow*


16 Comments

After story (Sequel Don’t Call me Sunbae)

Cast                : Choi Siwon(SUJU), Park Sung Hyo(OC), Cho Kyuhyun(SUJU)

Genre              : Romance, Yadong, Teenage

Rate                : NC-21+ , PG-18

Author             : Han Sung Young

Hai-hai-hai *^^* ada yang masih nunggu sequel Don’t Call Me Sunbae? hayo~ *dor* hehehe maap ya postnya kelamaan, dan lewat dari janji saya*bow* gara-gara jarnag buka internet jadi gak ke post-post deh ini sequel. Mianhae… >.< yaudah sekarang baca aja ya!! =P hehe.

RCL!! don’t be silent reader! 

Sung Hyo pov

Perlahan kubuka mataku, menerawang keadaan sekitar. Aku mencoba mengingat-ingat kejadian yang menimpaku kemarin. Aku merasakan sebuah tangan melingkar erat di pinggangku. Saat ku tatap wajahnya dia adalah siwon oppa ^^ kekasihku yang dengan ganas merebut keperawananku.

“eughhhhh” dia menggeliat dan mengencangkan pelukannya. Kucoba untuk melepaskan pelukannya, tapi tidak bisa juga -_- huh.

“oppa~ ireona… aku sulit bernafas”kataku mengguncang tubuhnya

“oppa” panggilku lagi

Siwon oppa tidak juga bangun. Perlahan aku mencoba membuka pelukannya, saat tangannya sudah berhasil terbuka aku mulai duduk di sisi tempat tidur. Tapi saat itu juga ada tangan kekar yang perlahan menyentuh permukaan vaginaku.

“oppa… apa yang kau lakukan eumphhh” dia menyentuh klitorisku

“eumphhhh” aku hanya mendesah.

“kau mau kemana chagi? Kau tidak bermaksud meninggalkan kukan?” siwon oppa semakin gencar menekan klitorisku

“ani… oppa aku… mphhmmau.. manddhhi” ucapku tersenggal-senggal. Hah Choi siwon mudah sekali kaku membuatku horny.

“eupmhhh mukamu merah chagi… kenapa?” ucapnya dengan nada meledek

“bagaimana kalau aku tekan bagian ini” siwon melayangkan tanganya meremas kedua gundukan dadaku.

“oppahhh” aku mendesah sekaligus menjerit, kutarik kepalanya melewati samping lehernya. Ku jambak lembut rambutnya, dan kulimat ganas bibirnya.

“mphhhhh” desahku

Tubuhku telah berputar menghadapnya entah sejak kapan, sekarang aku berada di pangkuannya. Oh… tidak juniornya mulai menegang(?).  Dia mengeratkan kakiku melekat di pinggangnya, dia berdiri dengan memegang pantatku menahan agar aku tidak terjatuh. Ciuman nya semakin ganas dan berubah menjadi lumatan yang mamabukkan. Dia berjalan ke kamar mandinya yang transparan terbuat dari kaca. Tangan kananku meremas lembut rambutnya sedangkan tangan kananku meremas gemas juniornya yang sudah mulai membasar, walau belum ukuran penuh(?).

Dia membuka pintu kamar mandi itu, dan tanpa menutupnya dia mendorong tubuhnya serta tubuhku kedinding kaca transparan sampingnya. Dia terus melumat bibirku, aku membalasnya tidak kalah panas. Kujilat dan kehisap bibir bawah dan atasnya bergantian. Hm… french kiss. Dia mengacak rambutku mencari kenikmatannya, mendorong tengkukku dan memperdalam lumatannya.

“eumphhhh…. chankaman oppah…”desahku disela-sela ciuman dan dia melepasnya lalu menatapku kesal

“WAE!!!” teriaknya kesal

“kita harus kuliah” ucapku polos

“aishh… nanti dulu akan ku tuntaskan cepat kita masih punya waktu 2jam untuk kekampus” ucapnya. Lalu ia mendekatkan kembali bibirnya, tapi langsung aku halangi bibirnya dengan telapak tanganku.

“APA LAGI!!” dia menjerit kesal

“ani… hanya melihat muka kesalmu sangat lucu hehehe” aku tertawa tanpa merasa bersalah telah membuat nya kesal

“aish.. NEO… Jinjja -_- rasakan akibatnya nyonya CHOI!!” siwon oppa menyingkirkan telapak tanganku lalu melumat kasar bibirku. Aku sangat kewalahan mengatsinya, dia memasukkan lidahnya kerongga mulutku dan menggelitik serta menyapu bagian rongga mulutku.

“eupmhhhh” desahku

Siwon meremas kedua payudaraku, perlahan ku rasakan junioroppa sudah siap memasuki lubang vaginaku. Aku memberontak, tapi siwon oppa tetap pada posisinya

‘apa dia gila-_- mau memasukkannya tanpa foreplay? Aku belum cukup basah(?)’ batinku

Siwon oppa menghentakkan juniornya sekaligus dan membuatnya melesak mulus kedalam lubang vaginaku. Rasanya jangan ditanya, walau tidak sesakit malam pertama tapi itu tetap saja terasa sakit.

“eughhh oppa… appo” ringisku seraya memukul-mukul dadanya

“katanya kau mau bermain cepat chagi….” dia mengeluarkan smirknya dan menatapku seductive.

Siwon Pov

Kutangkap kedua tangannya yang sejak tadi memukul-mukul dadaku. Kukunci kedua tangannya dengan kedua tanganku. Kueratkan kakinya yang melingkar dipinggangku. Aku memindahkan tubuhnya ke lantai kamar mandi. Kulepaskan tangannya dan perlahan aku mulai memaju mundurkan pinggulku masukkan juniorku semakin dalam ke vaginanya.

Kuhisap puncak niplenya yang menegang. Kulumat bergantian kedua gundukan besar didepanku. Aku tetap melanjutkan kegiatanku menggenjot tubuhnya. Tapi tiba-tiba dia memutar posisi, sekarang aku sudah berada di bawahnya dan ia berada diatasku. Hm… WOMEN ON TOP, dari mana dia tau posisi ini.

“chagi bergeraklah” desahku dibawahnya. Dia menggangguk dan mulai memompa tubuhnya naik turun diatasku.

Dia semakin meningkatkan kecepatan memompanya. Aku juga membantunya menaik turunkan pantatnya.

“oppa aku hamhhpirrr” ddesahnya tersengal-sengal

“aku juga chagi… ayo kita keluarkan bersama-sama” ucapku

Tia semakin cepat menaik turunkan tubuhnya, kurasakan juniorku yang sudah mulai tidak tahan memuntahkan cairan spermaku. Kuraih kedua payudaranya dan meremasnya tidak tentu.
“erghhhhh ahhhhh”desahku sambil meremas kedua payudaranya kuat. Tak lama sung hyo menyusulku mendapatkan orgasme pertamanya

“arghhh” desahnya lega. Dia berbaring diatas dadaku, sedangkan tubuhnya terkulai lemah diatasku, aku rasa ada cairan yang keluar melewati pahanya dan menyentuh permukaan kulitku.

Ku elus lembut rambutnya, mencium puncak kepalanya. Dia menggeliat diatas tubuhku dan perlahan kepalanya terangkat dan menatapku. Kutarik kedua sisi bibirku membentuk sebuah garis lengkungan yang biasa disebut senyuman.

“ayo kita mandi chagi…” ucapku

“ne… tapi jangan sampai mencuri kesempatan dalam kesempitan” ucapnya mengancamku

“ne… ne …” ucapku

Dia berusaha mengeluarkan junior dari lubang vaginannya, setelah terlepas aku membantunya untuk berdiri. Caranya berdiri belum sepenuhnya benar hehe, mungkin karena efek kita yadongan tadi.

Ku pojokkan ia ditembok, aku memutar keran shower. Aku memandikannya.

SKIP!!!

Author POV

“YAK! SUNG HYO PALLI! AKU HARUS KE PERPUSTAKAAN MENGEMBALIKAN BUKU!” teriak siwon dari lantai bawah.

Sung Hyo turun terburu-buru, mukanya sudah ia tekuk.

“aish, sunbae kau tidak sabar sekali huh coba tadi kau memberikan baju lebih cepat dan membiarkanku memilih -_-“ jawab sung hyo kesal

“mwo? Sunbae? WAE? Ada apa dengan baju pilihanku?” tanya siwon mendekatkan tubuhnya, sung hyo bergeridik memundurkan badannya.

“Lihatlah ini sama sekali bukan style ku -_- kaos lengan panjang  dengan celana jeans panjang potongan cutbray? Oh c’mon ini sudah zaman modern” ucap sung hyo membela dirinya

“biarlah aku mau melihatmu berpakaian seperti ini, ayo kajja” siwon menarik tangan sung hyo.

@Kampus

Siwon membukakan pintu mobilnya untuk sung hyo, mereka berjalan ke kampus bersebelahan. Sung hyo sejak tadi sudah merasa risih dengan tatapan mahasiswa dan mahasiswi lainnya yang melirik mereka berdua.

Siwon menyadari guratan risih(?) sung hyo, perlahan tangan siwon merangkul pinggang sung hyo merabatkan tubuh sung hyo kepadanya. Dia berbisak disela-sela telinga sung hyo.

“chagi, rileks saja. Mereka tidak akan ada yang berani mengejekmu, akan kupastikan itu” bisik sung hyo

Sung hyo menjauhkan kepala siwon dari telinganya, bukan karena malu berdekatan sedekat itu tapi darena deru nafas siwon yang mampu membuat bulu roma sung hyo meremang.

“Hey siwon!” teriak seorang namja

“Eoh, kyuhyun-ah ada apa?” tanya sung hyo

“ckckck seharusnya aku tau sahabatku yang satu ini bisa membuat yeoja jatuh cinta” ledek khyuhun

“YAK! Kau mau mati kyuhyun” decak kesal siwon

Siwon melirik sung hyo yang dari tadi diam, sung hyo hanya memandang lantai dan tidak berani memndonggakkan kepalanya. Siwon menyadari sesuatu…

“kyuhyun aku harus pergi permisi” nada bicara siwon berubah

Ia tidak menghiraukan kyuhyun membiarkannya pergi atau melarangnya. Dia sekarang menarik tangan sung hyo. Siwon terus berjalan meninggalkan keramaian kampus menuju tempat yang paling jarang dilewati murid kampus ini. Dia membawa sunghyo kebelakang sekolah, dan melenggang masuk ke ruang perlengkapan olah raga yang tidak terpakai. Disana tempat ia biasa menyendiri dan belum ada yang pernah ia ajak kesitu kecuali hari ini sung hyo.

Siwon memojokkan tubuh sung hyo pada tembok, kedua tangan siwon menghentak kesal di samping kepala sung hyo. Dia terlihat sangat kesal dan marah saat ini. Sung hyo memutar kepalanya bingung, ia sama sekali tidak peka kenapa siwon mengalami perubahan sikap secepat ini.

“wae? Su…eoh oppa” tanya sung hyo hati-hati

“WAE? Kau masih bertanya kenapa? Apa kau sungguh bodoh” bentak siwon

Sung hyo memejamkan matanya saat siwon berteriak, dia masih berfikir kenapa siwon seperti ini padanya? Apa salahnya

“oppa kenapa? Hiks” sung hyo memberanikan diri menyentuh kedua pipi siwon dan mencoba menenangkannya. Siwon sempat sedikit merasa bersalah telah membuat yeoja dihadapannya menangis.

“apa kau menyukai kyuhyun?” tanya siwon to the point

“hiks.. memang surat yang aku buat itu sebenarnya untuk kyuhyun sunbae, tapi setelah kejadian kemarin aku sudah sadar bahwa aku tidak lebih dari mengagumi kyuhyun. Oppa harus percaya padaku hiks” jelas sung hyo cepat

Setelah mendengar penjelasansung hyo, siwon menjauhkan kedua tangannya lalu dia berbalik memunggungi sung hyo.

“sepertinya hubungan pacaran ini harus kita akhiri dan…” sung hyo menggantungkan ucapannya saat dia merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya dan punggunya basah.

“andwae oppa. Aku cinta siwon oppa, hiks” sung hyo memeluk siwon erat bahkan sangat erat.

Siwon membalik tangannya dan melepas pelukan tangan sung hyo, dia menggenggam tangan sung hyo.

“dasar yeoja bodoh…. aku tidka mungkin melepaskanmu. Makanya jangan menyela perkataan ku bodoh” ucap siwon sambil menyeka air mata sung hyo dengan jarinya

“kita harus mengakhiri hubungan pacaran ini karena kau harus menikah denganku” ucap siwon

“heh?” sung hyo berhenti menangis dan memandang siwon dengan tatapan bingungnya.

“cup-cup sudah yeoja ku yang bodoh, jangan menangis lagi, ne? Wajahmu sudah jelek akan tambah jelek lagi kalau menangis” ibu jari siwon tetap menyeka buliran air mata yang masik keluar dari pelupuk mata sung hyo.

Sung hyo tersenyum miris dan memukul lengan siwon pelan.

“nampeun namja” lirik sung hyo

“mianhae…” siwon menarik tubuh sung hyo ke pelukannya, mencoba menenangkan tubuh sung hyo yang masih sedikit bergetar didalam pelukannya.

Siwon POV

Saat ini aku masih mencoba menenangkan tubuhnya yang bergetar, haha sebenarnya tadi aku ingin tertawa saat dia memelukku dari belakang dan menangis tidak ingin aku pergi. Bagaimana bisa aku pergi melepaskannya, sedangkan ia semalam sudah menandatangani surat perjanjian *sensor* . Hahaha *evil laugh* tapi itu ada untungnya juga bagiku, aku jadi tau seberapa cintanya dia denganku.

Dia masih memelukku erat, kepalanya menyelusup diantara leherku dan aku pun begitu. Dengan posisi ini aku bisa mencium wangi sabun yang ia gunakan. Oh shit! Apa feromon yeoja ini begitu kuat? Baru mencium bau tubuhnya saja adikku sudah berdiri.

“sung hyo?” ucapku lirih

“ne oppa?” dia mengangkat wajahnya menatapku. Hmm, wajahnya sehabis nangis tidak terlalu buruk walaupun lebih baik saat dia tersenyum.

“kau sudah tidak apa-apakan? Ayo kita pulang saja” ajakku, sebenarnya aku mengajaknya pulang ada maksud tertentu haha

“heh? Tapi kita baru sampai. Belum ada sejam kita di kampus oppa” ucapnya

“hm, sudahlah biarkan saja. Kau mau kuliah dengan mata bengkak habis menangis ini?” tunjukku ke wajahnya

“jinjja? Tapi aku ada mata kuliah oppa” ucapnya lagi

“sudah aku bilang biarkan saja” akku menarik sung hyo, menggandengnya ke parkiran dan pergi kembali ke apartemenku.

SKIP PERJALANAN!!

@apartemen

Huh aku benar-benar tidak bisa menahan hasrat dan birahiku lagi, hanya sung hyo yang bisa membuatku seperti ini. Bagaimana bisa yeoja yang tidak berpakaian menatang sama sekali kelihatan sexy dimataku. Kurasa otakku sudah dimapulasi oleh yeoja ini.

Sung hyo berjalan kearah dapur dan aku mengikutinya dari belakang, dia membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral yang langsung ditegaknya ditempat. Saat ia meminum air itu ada beberapa tetes air yanng lolos dari bibirnya, mengalir kearah leher jenjangnya. Kupandangi air yang menetes itu, huh rasanya ingin sekali kujilati.

Aku memeluknya dari belakang, mengecup pundaknya lalu kelehernya, kuhisap perlahan lehernya.

“ssshhh oppaa” desahnya

“baby aku juga haus” ucapku tetap menciumi dan menghisap leher sung hyo.

“ini oppa” sung hyo menyodorkan botolnya ke padaku.

“cara minumku bukan begitu chagi” ucapku ditelinganya. Kugenggam botol itu lalu membalik tubuh sung hyo. Aku menyodorkan kembali botol itu kepada sung hyo.

“minumlah tapi jangan ditelan, karena aku akan menghabiskannya di mulutmu, arraseo?”ucapku

“ne oppa” dia menegak air dalam botol itu, sekarang pipinya menggembung seperti balon karena menampung air itu.

Kudekatkan wajahku, perlahan kukecup bibirnya. Tangan kiriku memegang kepalanya untuk mendekatkan wajahnya lebih dekat kearah ku. Sedangkan tangan kananku menekan kedua pipi sunghyo yang mengembung, sehingga memberi sedikit celah dibibirnya. Aku langsung melahap bibirnya, menyerap air yang ada di dalam mulutnya. Setelah habis, ku masukkan lidahku kedalam rongga mulutnya.

“eumphhhh sssshhhh” desahnya saat aku menggelitik langit-langit mulutnya.

Author POV

Sung hyo mulai membalas setiap lumatan,hisapan, dan belaian siwon. Sung hyo menjambak lembut rambut siwon, mencoba mencari kenikmatan lebih. Siwon mulai menyelusupkan tangannya kedalam kaos yang dikenakan sung hyo, dia meraba payudara sung hyo dari luar balutan branya.

“sssshhhh op…ah” desah sung hyo, dia melumat lebih kasar bibir siwon.

Tangan siwon belalih ke belakang bra sung hyo untuk segera membuka-nya. Setelah berhasil membukanya, siwon mulai melepas kaos yang dikenakan sung hyi beserta branya.

Sung hyo juga tidak mau kalah, kedua kangannya beralih ke ujung kaos v neck yang dikenakan siwon, dengan paksa sung hyo menarik baju itu keatas dan melepaskannya cepat. Mereka berdua sudah sama-sama half naked.

Ciuman siwon dari bibir sung hyo beralih ke sedua mata sung hyo lalu turun ke hidung sung hyo, lalu ke kedua pipi yeoja itu dan mendarat lagi dibibir sung hyo. Tak lama ciuman itu beralih ke leher jenjang sung hyo. Siwon menghisap leher sung hyo, mencoba meninggalkan sebanyak mungkin tanda cintanya disana. Setelah puas dengan hasil kerjanya pada leher sung hyo, siwon mulai turun ke kedua gundukan kembar milik sung hyo.

“hm, mereka hanya milikku” ucap siwon

“ne oppa” tanggap sung hyo

Siwon mulai menjilati niple sung hyo, lalu mulai memasukkan gundukan itu kedalam mulutnya, walaupun tidak seluruhnya masuk kedalam mulut siwon. Siwon melakukannya bergantian.

“eumphhh oppaahhh yeaahh…” desah sung hyo

“sssshhhh” tangan sung hyo menekan kepala siwon, sehingga siwon mengulum payudaranya lebih dalam.

Tangan siwon mulai turun ke kancing celana sung hyo, ia membuka celana sung hyo, beserta celana dalamnya. Tangannya mengelus lembut bibir vagina sung hyo.

“eughhh oppah aku lelah berdiri” lirih sung hyo dengan mata terpejam menahan gejolak kenikmatan yang tengah ia rasakan.

“baiklah chagi” siwon melepaskan kulumannya pada payudara sung hyo. Ia menggendong sung hyo ala bridal style ke kamar di apartemen itu.

@bedroom

Siwon menghempaskan tubuh sung hyo dikasurnya, dia membuka celana beserta underwaernya cepat. Lalu dia menindih tubuh sung hyo. Dengan tanpa aba-aba siwon memasukkan juniornya kedalam vagina sung hyo.

“arghhhh” jerit sung hyo, wallau sakitnya tidak sesakit pada pertama kali tapi itu tetap terasa sakit bagi sung hyo

“apa masih sakit, jagiya?” tanya siwon khawatir

“ne oppa sedikit” ucap sung hyo

“mianhae” ucap siwon tulus

“ne oppa, sudah gerakan juniormu oppa”jawab sung hyo

Perlahan siwon menggerakkan juniornya didalam vagina sung hyo

“eughhh ini nikmat jagiya sssshhh aaaahhh” desah siwon sambil menambah kecepatan gerakan pinggulnya

“neehhh opppa eughh hhhh palli oppaahhh” desah sung hyo

Siwon menambah kecepatannya. Die melihat payudara sung hyo yang menantangnya untuk meremasnya, siwon pun meremas kedua payudara sung hyo. Dia juga memelintir niple sung hyo dan menyebabkan sung hyo mendesah lebih kencang.

“aahhh oppa aku mau keluar..” ucap sung hyo terengah-engah

“keluarlah jagiyaa.. eughhh”jawab siwon .

“sshh aaahhhhh” desah lega sung hyo saat mendapat orgasme pertamanya,

Siwon menghentikan gerakan pinggulnya. Lalu ia mencaput juniornya, sung hyo memandang aneh siwon. Tapi saat ingin menanyakannya, siwon sudah menduduki perut sung hyo. Tapi sebenarnya tidak benar-benar mendudukinya hanya terlihat seperti mendudukinya. Siwon meletakkan juniornya diantara kedua payudara sung hyo dan menghimpitnya dengan payudara sung hyo.

Siwon menggerakkan pinggulnya maju mundur layaknya saat ia memompa juniornya di vagina sung hyo.

“eumphhh payudaramu hagat jagiya ahhhh” desah siwon

“eumphh oppa” desah sung hyo

Siwon menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan menekan payudara sung hyo kemakin keras.

“aah aku hampir sampai aahh aahhh” desah swon merasakan jepitan payudara sung hyo. Dan CROTT!! Cairan sperma siwon keluar mengenai wajah sung hyo.

“aaahhh” desah lega siwon.

Siwon memandangwajah sung hyo yang berlumuran cairan spermanya. Siwon mendekatkan sajahnya, lalu ia menjulurkan lidahnya menjilati cairannya diwajah sung hyo. Sampai bersih. Setelah membersihkan cairannya di wajah sung hyo, ia menurunkan wajahnya sampai sejajar dengan vagina sung hyo. Dia menjilati cairan sung hyo sampai habis.  Siwon memasukkan kembali juniornya kedalam vagina sung hyo.

“aaahhh opppa” desah sung hyo saat siwon mulia menggerakkan juniornya.

Sung hyo menarik wajah siwon untuk menciumnya. Siwon tetap memompa juniornya didalam vagina sung hyo tanpa melepaskan pautan bibirnya dengan sung hyo.

“opppa selesaikan dengan cepat ssshhh aku lelah” desah sung hyo.

“ne jagiyaahhh hhh”ucap siwon

Siwon memompa juniornya semakin cepat dan brutal,menimbulkan bunyi decakan antara alat vitalnya dengan alat vital sung hyo. Dan juga menimbulkan bunyi decitan ranjang mereka.

“aahhh opppa eumphhh” desah sung hyo

“jagiya keluarkan bersama euphhh”ucap siwon

Siwon menambah kecepatannya lagi dan tangan siwon meremas payudra sung hyo kencang, bibirnya juga membungkam bibir sung hyo. Saat pelepasan orgasme bersama siwon menekan payudara sung hyo keras dan menghentakkan juniornya keras pula. Hal tersebut menimbulkan sung hyo menjerit, namun jeritannya tertahan oleh kuluman bibir siwon pada bibir sung hyo.

Setelah merasa puas dengan pelepasan orgasmenya siwon menarik keluar juniornya. Dia turun dari kasur lalu mengambil selimut yang terjatuh akibat aktifitas mereka diranjang. Siwon menyelimuti tubuh nakednya bersama sung hyo. Siwon memeluk tubuh sung hyo yang menghadapnya.

“aaahhh” desah sung hyo kembali lolos saat junior siwon memasuki vaginanya kembali.

“oppa aku lelah” ucap sung hyo dengan mata terpejam.

“ne jagiya, aku hanya memasukkannya aku janji tidak menggerakkannya oke” janji siwon

“terserahlah” ucap sung hyo

“jagiya minggu depan kita akna mengadakan resepsi pernikahan, siapkan dirimu oke” ucap siwon

Seketika sung hyo membulatkan matanya.

“MWO? Resepsi pernikahan?” ucap sung hyo kaget

“ne… sebenarnya sejak kemarin malam kau sudah menjadi istri sahku hehe tapi kita adakan resepsi pernikanhannya minggu depan saja oke” ucpa siwon

“semalam? Bagaimana bisa?” sung hyo menampakkan sajah bingungnya

“aish kau sama sekali tidak ingat semalam menandatangani sudat perjanjian pernikahan?” siwon mencibir sung hyo

“hm, eoh ternyata semalam surat perjanjian pernikahan? Aish dasar siwon babo, dasar namja licik” ucap sung hyo sambil memukul pelan dada bidang siwon

“aish sudah jangan banyak bergerak, kau akan membuat adikku bangun lagi nanti” ucpa siwon

“ah ne… oppa” sung hyo tertawa kecil lalu memeluk siwon memnyembunyikan semburat merah pada pipinya.

“tidurlah jagiya”ucap siwon dan membelai rambut sung hyo lembut

“tapi ini masih siang oppa” ucap sung hyo mendonggakkan wajahnya menatap siwon

“kalau kubilang tidur ya tidur, jaljayo yeobo” siwon mengecup kilat bibir sung hyo.

“ne.. jalja oppa, saranghaeyo”ucap sung hyo sebelum dia memejamkan matanya.

“nado saranghaeyo” siwon mulai memejamkan matanya juga dan terlelap bersama sung hyo.

THE END

Asyik!!! selesai :* hahaha. happy ending kan? ‘-‘)/ gimana? udah puaskan? atau butuh sequel lagi? -_-. kalau mau ada sequel lagi tergantung jumlah comentnya ya =P hehehe. ^^~ bye bye 

SIGN. Han Sung Young


16 Comments

Crazy Thing

Cast  : Sandara(2NE1), Minho (SHINee), and other cast

genre  : NC21+(maybe) , Yadong, oneshoot

Author  : @Jo_SungYoung

Annyeong!! everyone! admin bawa FF nc terbaru admin. FF nc pertama kkk~ semoga suka. langsung baca ya!

Jangan lupa di COMENT

Sandara pov

Bukan hanya 1 dua tahun aku pacaran dengannya, tapi kita kan sudah pacaran 5 tahun. Bayangkan 5 tahun, walau kami memang suka bertengkar tapi itu hanya masalah sepele. Sedangkan sekarang masalahnya menurutku besar, bagai mana tidak besar kalau aku melihat Minho pacarku berciuman mesra di taman kota seoul dan banyak ditonton orang. Aku saja belum diakuinya sebagai pacarnya ke netizen, tapi perempuan itu dicium tepat dibibirnya oleh Minho. Padahal rencananya besok kami akan menikah, apa harus aku batalkan pernikahan ini?

Drttt drttt

‘Siapa sih yang berani menelfonku disaat aku sedang galau -_- mengganggu’ batinku

Kulihat layar telfonku bertuliskan ‘MY YEOBO’ sebenarnya aku sangat malas mengangkatnya, tapi aku terpaksa mengangkatnya karena aku ingin mencaci maki dia.

“Yoboseo” Minho berkata secepat kilat (?)

“Don’t call me again! I hate you so much! I think we can’t got married! PERVERT” aku berteriak didepan layar telefon ku. Aku yakin pasti minho sedang menjauhkan telefonnya seketika itu juga aku mematikan sambungan telefonku dan mencabut batre handphone ku.

Hari ini aku hanya menangis di dalam kamar, tidak perduli eommaku yang menggedor-gedor pintu kamarku.

Keesokan harinya

“Hmmm…. eomma jangan buka jendelanya, aku masih ngantuk” aku menggeliat saat ada seseorang yang membuka jendela kamarku

“Selamat pagi nyonya Choi” balasnya

“Nyonya Choi?” aku membuka mata “heh siapa kau? Sedang apa dikamarku?”tanyaku kepada seorang ajjuma

“aku adalah penata riasmu hari ini, mari kita sudah telat! Acara pernikahan dimajukan jadi sangat pagi. Cepat mandi” perintah ajjuma

“tapi aku tidak mau menikah dengan Minho” kataku ketus

“Masa bodo, itu urusanmu ini adalah pekerjaanku. Eomma dan appamu sudah pergi ke tempat pernikahan” jawabnya tidak kalah ketus dariku

Aku mengabaikannya, tapi dia malah menarik tanganku dan mendorongku ke kamar mandi, tiba-tiba dia menyalakan keran shower aku langsung kaget dibuatnya.

“baik lah ajjuma menyebalkan. Aku mandi” aku mendorongnya keluar dari kamar mandi. Tidak sampai 5 menit aku sudah selesai

Ajjuma langsung menarik tanganku, langsung me make up wajahku. Setelah make up setesai dia menyuruhku memakai pakaian pengantin yang dipilih minho untukku. Sungguh ajjuma ini tidak mau sabaran dia terus mendesakku untuk cepat-cepat.

Di Gereja

Sampai didepan pintu gereja aku melihat eomma, appa, eomma minho, appa minho, member Shinee, dan satu namja yang saat ini sedang aku musuhi, yaitu minho. Dia memang terlihat sangat tampan mengenakan tuxedo berwarna senada dengan gaunku. Disini tidak ada tamu undangan karena aku yang meminta Minho untuk tidak mengundang siapa-siapa kecuali para member Shinee.

SKIP!!!

Sekarang waktunya aku dan Minho menuju ke apartemen baru kami, apartemen itu diberikan oleh appa minho sebagai hadiah pernikahan kami.

@Apartemen

Minho pov

‘Ada apa dengannya? Kenapa sedari tadi dia hanya diam dan diam? Apa aku berbuat salah?’ pertanyaan demi pertanyaan terbesit dalam pikiranku. Ah aku sudah tidak tahan dengan keadaan ini lebih baik aku tanya saja dia langsung.

“Chagiya…. kau kenapa?”tanya ku dengan nada suara menggoda

“mwo? Chagiya? Berhenti bersikap sok manis. Aku sedang marah dengan mu Minho-ssi” dai menjawab dengan sangat ketus dan menggunakan bahas formal

“Dara-ah kau kenapa? Apa salah ku? Apa masalah ciuman itu? Aku tidak benar-benar melakukannya chagiya… mianhae, jeongmal mianhaeyo” aku meminta maaf dengannya

“benarkah? Baiklah aku memaafkanmu, tapi kumohon jangan melakukannya lagi. Yakso?” dia menjulurkan kelingkingnya

“Ne.. yakso” kataku semangat

“oppa aku haus apa di apartemen baru ini ada air?” tanyanya

“sebentar aku akan lihat dulu” aku melangkah ke kulkas di dapur dan mengambilkan segelas air putih dingin untuknya. Untuk eomma sempat kesini kemarin dan eomma juga membawa air untuk mengisi kulkas

“ini Chagi” aku menjulurkan gelas ke Sandara yang sedang duduk di sofa masih menggunakan gaun pengantinnya. Sebenararnya gaun itu sangat sexy, gaun itu memperlihatkan belahan dadanya. Dan apa lagi sekarang aku melihatnya dari atas sebingga bisa melihat lebih luas. Aku melihat Sandara menegak habis minumannya dan ada beberapa tets air yang tidak masuk kemulutnya mengalir melewati dagu dan berjalan melalui buah dadanya. Huh kenapa aku harus melihatnya, ini membuat junoirku berdiri sedikit demi sedikit.

Karena aku tidak ingin melihat pemandangan itu lebih jauh aku ikut menghempaskan diriku ke samping Sandara. 5 menit kemudian tiba-tiba sandara terlihat dangat gelisah.

“Waeyo chagiya?” tanyaku khawatir

“oppa badan ku terasa sangat panas, ugh” dia menggibas-gibaskan tangnya ke wajahnya. Aku segera membantunya kekamar.

@BedRoom

Author pov

“Chagi lebih baik kau buka gaunmu” minho khawatir dengan keadaan sandara yang terlihat sangat tersiksa

“ne, oppa.. oh oppa aku tidak bisa membuka resleting  gaun ini di belakang” kata Sandara

Mendengar perkataan Sandara, minho langsung membantu sandara melepaskan gaunnya. Saat Minho menatik resleting gaun itu kebawah, gaun itu langsung jatuh kebawah meninggalkan buah dada Sandara yang saat itu tidak memakai bra. Minho sudah tidak bisa menhan gejolak nafsunya, dia langsung menyedot dada Sandara kuat.

“Ahhhh….. teerrrrrruuss oooppppaah” Sandara mendesah sambil mencengkram rambut Minho untuk memperdalam kulumannya

Minho terus mengulum payudara Sandara bergantian, mereka sangat menikmati pekerjaan mereka masing masing. Minho melepas kulumannya dari payudara Sandara dan beralih mencium ganas Sandara. Minho menggendong sandara ala bridal ke kasur king size mereka tanpa melepas ciuman mereka sedikitpun

Dihempaskannya tubuk sandara ke kasur dan langsung menindihnya. Sandara merasa tidak mau kalah, dia membuka tuxedo Minho, dan juga membuka celana minho menggunakan bantuan kakinya. Sekarang keduanya hanya menggunakan CD.

“Asssshhhhh chagiii kau nakal” desah minho saat tangan Sandara meremas juniornya dari luar Cdnya. Tanpa memperdulikan desahan Minho, sandara membalik posisi mereka menjadi Women on top. Sandara merangkak kebawah saat wajahnya sudah sejajar dengan junior Minho dia menjilatnya dari luar CD minho. Minho mendesah hebat merasakan geli dan nikmat yang baru dia rasakan pertama kali. Tanpa berlama-lama lagi Sandara langsung menarik CD Mingo dan muncullah Junior Minho yang besar dan sudah tegang.

Sandara saat ini sudah dipengaruhi minuman perangsang yang tadi diminumnya, dia langsung menjilat ujung junior Minho dan mengulum junior mInho keluar-masuk melewati rongga mulutnya

“aaaaahhh, terus chagiya… kau sangat pintar” minho merancau tidak jelas

Sandara merasa Junior Minho semakin besar, tanpa aba-aba dari minho. Sesuatu keluar dari junior minho memenuhi rongga mulut Sandara. Sandara tidak mampu menelan semuanya dia langsung mengarahkan mulutnya ke mulut Minho dan mentransfer cairan minho.

“kau suka” tanya Sandara seduktif

“Ne.. sekrang biarkan aku yang memuaskanmu, aku sudah tidak tahan. Kita langsung ke inti” kata Minho membalik lagi posisi mereka

Minho menghadapkan juniornya ke depan vagina Sandara yang sudah tegang. Baru saja Minho memasukkan ujung juniornya tapi sandara sudah mengerang kesakitan

“opppah sakiit” sandara meringis kesakitan

“tahan chagi, aku kan melakukannya dengan cepat. Lakukan apapun untuk mengalihkan rasa sakitmu” kata minho. Minho langsung menghentakkan juniornya sekuat tenaga, dan hal itu berhasil menembus selaput dara Sandara.

“Ahhhh appo.. hiks” sandara meringis kesakitan

“Mianhae…” Minho mendiamkan dulu juniornya didalam vagina Sandara. Membiarkan vagina sandara beradap tasi, setelah cukup Minho mulai menggerakkan Juniornya.

“Ahhh aaahhh faaaasstterr opppa” kata Sandara terengah-engah

“ugh Shit, vaginamu sangat nikmat chagy” desah minho tak karuan

Minho mulai merasakan Vagina Sandara menjepit kuat juniornya, dia malah makun memperganas gerakannya sambil mengulum niple kanan sandara dengan mulutnya. Payudara kiri sandara tidak luput dari tangannya.

“ooppppaah aku maaaaau keluar” desah Sandara

“nee chagiya.. aku jugaa” bals minho, dia menghentakkan juniornya lebih dalam sampai menyentuh G-spot Sandara

“AAAAAAHHHHH!!!!” lenguh mereka berdua melepaskan cairan mereka berdua di dalam rahin Sandara. Minho jatuh kesambing Sandara.

“Gomawo chagiya…”ucap minho dengan mata terpejam. Sanara mencium lembut Minho

“ne… oppa” jawab Sandara

“chagiya boleh aku minta 1 ronde lagi?” tanya minho polos

“ne.. aku juga masih kurang. Sepertinya air yang oppa kasih itu adalah air perangsang dari eommonim” jawab sandara

Mereka akhirnya melakukan 1 ronde lagi, ani bukan santu ronde. Mereka melupakan kalau mereka berjanji mau main  satu ron de tapi mereka malah main sampai pagi menjelang.

-THE END-

Ya ampun tobat-tobat! admin bikinnya keringetan nih -_- #lebay oh ya kalo mau Sequel min coment 5 orng ya hehehe


11 Comments

Obsessed

Cast : Lee Taemin | Lee MinYora

Genre : Yadong, nc , oneshoot

Author : @SiwonSekseh

Ini ff buatan tmn admin >.< dia yadong akut! gmn gk akut di sekolah sempet2nya dia biin ff gk smpe 30 mnit -_- *mesin yadong kli* hehe yaudah kita langsung beryadong-yadongnya *eh kkkk~

Pada suatu hari hiduplah satu keluarga kecil(?). Keluarga tersebut bernama Friknakafala *imajenasinya bgus -_-* Suaminya bernama Lee Taemin, istrinya bernama Lee MinYora.

Suatu hari Taemin sedang bersiap-siap pergi ke kantor dan Yora sedang menyiapkan sarapan. Kemudian Taemin menuju ruang makan dilihat jamnya dan ternyata sudah jam 8 pagi “Omona!! aku telat” Kata Taemin. Kemudian Yora berkata “Oppa, sebaiknya kau sarapan dulu”.

Taemin menjawab “aku tidak sempat, sudah benar-benar telat” Kemudian Taeminlangsung mengecup bibir Yora, awalnya hanya ciuman biasa tapi lama kelamaan Taemin menjadi sangat ganas. Direbahkannya Yora di meja makan. Dilahap(?) -_- bibir Yora dengan lahapnya. Tiba-tiba Yora mendorong Taemin “Pergilah Oppa, nanti kau benar-benar terlambat” kata Yora yang masih mengatur nafasnya sehabis berciuman tadi. Kemudian Taemin bekata “Ne chagi, tadi itu adalah sarapanku. Terima kasih sarapannya”, Taemin mengecup lagi bibir Yora.

DIPERCEPAT!!

Terlihat sudah jam 12pm, Yora sedang menyapkan makan siang. Kemudian Taemin datang dan langsung mengambil barang diruang kerjanya “Oppa, aku sudah menyiapkan makanan kesukaanmu, ayo makan” kata Yora. Kemudian tanpa befikir panjang Taemin langsung memeluk Yora yang sedang menyiapkan memakai baju lengan pendek dan short pants. Lalu Taemin membuka baju itu dan terlihatlah bukit kembar milik Yora *omg mulai yadong* *author ganggu, timpuk /plak-_-* dan langsung dilahap dengan kuat payudara kanan Yora oleh Taemin. Tangan kanannya meremas payudara kiri Yora dan tangan kirinya meremas bokong istrinya itu. Taemin menjilat niple Yora, digigit-gigit, disedot sekuat(?) tenaga. Terlihat Yora mendesah tak karuan dan tiba-tiba Taemin berhenti. “Chagi ini adalah makan siangku, gomawo” kata Taemin yang langsung mengecup bibir Yora dan kemudian Taemin kembali pergi kenantor.

DIPERCEPAT SAMPAI MALAM

Terlihat Yora sedang didapur gelap-gelapan * blm byar listrik tu kkk~* entah apa yang dia lakukan. Kaemudian Taemin menyalakan lampu dan mengagetkannya. Taemin terkejut karena melihat Yora sedang duduk di atas magicjar dan Yora berkata “aku sedang menghangatkan makan malammu oppa”. Taemin amat sangat terkejut *tetem lebay-_-* melihat istrinya tidak memakai sehelai benang dan duduk diatas magicjar. Tanpa basa-basi Taemin langsung menyergap istrinya yang sedang naked. Taemin langsung membuka pakaiannya dan terlihat juniornya sudah tegang. Dia langsung melahap bibir Yora menjelajah setiap rongga mulutnya dan tangannya tak tinggal diam. Taemin meremas bokong Yora. Taemin saat ini amat sangat terangsang. Taemin mengangkat Yora kekamar ala brida sambil tidak melepas ciuman ganasnya. Yora terlihat sangat menikmati permainan Taemin. Taerlihat keringat mereka berdua sudah mulai keluar dengan derasnya. “Sekarang Giliranku” kata ora setelah sampai di kamar. Yora memasukkan junior Taemin ke dalam mulutnya. Dihisapnya sekuat tenaga, terlihat Taemin kegelian sekaligus nikmat mendapat perlakuan Taemin. Yora mulai bosan dengan posisi ini. “Ayo masukkan sekarang” Yora.

Pertama-tama Taemin menjilat miss v Yora disedot-sedot. Yora menggeliat tak karuan, dijambaknya rambut Taemin untuk memperdalam perlakuan Taemin di miss v nya. “Opppaaaaaa ah ah ah terusss” kata Yora. Tiba-tiba Taemin menghentikan aktifitasnya. Dilebarkan paha Yora dan diarahkan juniornya ke miss V Yora. Dengan sekali hentakan “BLESS”  junior Taemin masuk sempurna kedalam miss V Yora. Terlihat Yora merem melek sambil menggigit bibir bawahnya. Dimaju-mundurkan junior Taemin pada miss V Yora yang sudah basah. “Ah ahhh faasstttteeeerrr ooopppaaaah, ah ah faaaasssterrrr” kata Yora sambil terbata-bata. Di hentakkan junior Taemin sekuat tenaga “Cahgiii aku keluarkan didalam ya” CROTT CROTT. Belum sempat Yora menjawab tapi Yora sudah merasakan sesuatu mengalir dalam vaginanya. Diikuti oleh klimaks dari Yora.

Selesai melakukan olah raga(?) mereka merebahkan diri dikasur. Tiba-tiba Yora berkata “ Oppa vaginaku lecet karena juniormu yag sangat besat”. “hehehe mianhae chagi” ucap Taemin sambil cengar-cengir *abis dpt jatah cengarcengir -_-*. Kemudian Taemin mendekap Yora  dan memasukkan kembali juniornya ke dalam Miss v Yora. “ugh… oppa apa yang kau lakukan?” kata Yora memukul lengan Taemin. “Biarkan dia didalam kandangnya Chagi, nanti dia sakit bagai mana?” kata Taemin memelas. “huh, oke hanya malam ini” kata Yora lagi, kemudian Taemin menjawab “Gomawo chagi”. Mereka berdua tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan tanpa melepas kontak intim mereka.

THE END

Gimana? oh ya jangan lupa di coment! kalo mau kasih masukan blh bisa ke Admin @Jo_SungYoung biar nanti admin sampein ke authornya heheh. Maap kalo ceritanya kecepetan! namanya juga bikin gak sampe 30 mnit. Modueoul Gamsahabnida >.<

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 91 other followers